Sembako Kami Antar Sendiri…

Sembako Kami Antar Sendiri…
sedekah
Hari itu Kamis pagi 25 Agustus 2011 serombongan pemuda-pemuda BMT Karisma berseragam coklat-coklat menentengi tas kresek berlabel Sembako Ramadhan untuk Dhuafa, berjalan menuju kampung di belakang kantor BMT Karisma, menyerahkan bantuan sembako untuk kaum dhuafa. Total ada sekitar 124 paket sembako yang khusus dibagikan kepada lingkungan sekitar BMT Karisma dengan cara mendatangi langsung dan membagikannya. Ternyata selama ini masih banyak kaum dhuafa di sekitar BMT Karisma yang belum tersentuh ba ntuan sembako ketika Ramadhan tiba. Kebetulan ada seorang karyawan BMT Karisma yang berasal dari kampung Kiringan di belakang kantor BMT Karisma yang mendata dan mensurvey.

Kali ini sembako Ramadhan kami antar sendiri dengan tujuan supaya lebih tepat sasaran yaitu benar-benar tertuju kepada kaum dhuafa, serta mengurangi berkumpulnya massa saat pembagian sembako. Ternyata kebiasaan sholat berjamaah dhuhur di Masjid Kiringan bisa menampung aspirasi warga yang kurang mampu yang memang banyak terdapat di lingkungan sekitar kantor BMT Karisma.

Disamping untuk lingkungan sekitar BMT Karisma, paket sembako Ramadhan juga kami sebar di berbagai daerah di kawasan Magelang, berdasar data dari anggota layanan BMT Karisma dan data dari Karyawan. Kami pilih rekan-rekan anggota yang betul-betul amanah dalam mendata kaum dhuafa yang sudah menjadi mitra sejak awal dulu program Sembako Ramadhan kami jalankan.

Adapun total paket sembako yang kami distribusikan Alhamdulillah bisa melampui target menjadi 750 paket, kami bagikan gratis seharga Rp. 50.000,-/paket. Kalau dulu karena masih kecil anggarannya paket sembako masih kami jual dengan harga murah karena adanya subsidi ZIS, namun sekarang berkat sumbangan dari para Muzaki yang besar sehingga paket tersebut bisa dibagikan tanpa harus membeli.

Kami dari panitia Ramadhan Yayasan Pembina Karisma dan unit-unit usaha mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan donasi dari para Muzaki, semoga Allah mengganti yang lebih banyak. Amien. Laporan terperinci mengenai kegiatan ini InsyaAllah akan kami muat ulang pada news edisi yang mendatang. Jazakumullah. [Dikirim oleh: Nungki ( 2013-07-07)]

Produk & Service

Produk & Service

Bagaimana Konsep Lembaga Keuangan Syariah

Lembaga keuangan mikro syariah yang berbentuk Baitul Maal wat Tamwil merupakan fenomena yang unik sekaligus bersifat lokal Indonesia. Bersifat unik karena merupakan suatu gerakan menggiatkan ekonomi syariah sebagai bagian dari perjuangan ekonomi alternatif, merupakan pilot project sejarah yang alhamdulillah sekarang menjadi fenomena gerakan arus bawah ekonomi mikro syariah di Indonesia. Pada masa Orde Baru belum ada gerakan ekonomi syariah mikro, karena rezim Orba yang menekan simbol-simbol Islam demi kebutuhan integrasi bangsa yang majemuk, sehingga yang dikembangkan adalah koperasi konvensional. Di Akhir rezim Orba ketika terjadi perubahan sosial dengan berkembangnya kelas menengah santri telah mendorong dibukanya konsep ekonomi Islam sebagai alternatif pengelolaan keuangan di bumi Indonesia. Diawali dengan munculnya Bank Muamalat, yang kemudian diikuti dengan berkembangnya training-training pengelolaan ekonomi mikro berbasis syariah yang kemudian terkenal dengan gerakan baitul maal wat tamwil (BMT)
Gerakan ini bersifat lokal karena fenomena yang bernama baitul maal wat tamwil hanya ada di Indonesia. Semangat kebangkitan Islam lah yang mendorong energi untuk memberikan alternatif solusi bagi ekonomi ummat bawah yang dalam realitasnya unbankable alias tidak layak pinjaman bank.

Konsep baitut tamwil secara mudahnya diartikan sebagai rumah tempat mengelola dana masyarakat, dana yang diamanahkan masyarakat kepada baitut tamwil, di investasikan dalam usaha yang menguntungkan dan hasilnya dibagi antara pengelola (baitut tamwil) dengan penyimpan dana (nasabah/anggota). Sedangkan baitul maal merupakan tempat pengelolaan zakat, infaq dan shodaqah yang diambil dari para muzaki untuk kemudian pengelolaannya diserahkan kepada baitul maal.berikut pentasyarufannya. Jadi baitul maal wat tamwil mengemban dua misi yaitu misi usaha yang profitable dengan pengelolaan yang profesional dan amanah serta misi sosial pemberdayaan melalui pengelolaan ZIS.
Yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana lembaga keuangan mikro syariah bisa menghidupi dirinya kalau operasional bisnis ini tidak diperkenankan mengambil bunga bank seperti pada lembaga keuangan konvensional mupun koperasi simpan pinjam konvensional? Prinsip dasar operasional lembaga keuangna mikro syariah adalah : tidak adanya akad pinjam-meminjam uang, karena mengambil kelebihan dari pinjaman yang kita berikan adalah riba dan riba hukumnya haram. Lantas bagaimana bisa mendapatkan keuntungan? Cara yang digunakan adalah menggunakan akad pembelian barang dan akad investasi bagi hasil. Dengan akad pembelian barang, maka kebutuhan nasabah akan barang dibelikan oleh BMT, yang kemudian dinaikkan harganya dan dijual secara kredit kepada nasabah. Jadi BMT mendapatkan keuntungan dari mark up harga barang yang dijual.

Dengan akad investasi maka BMT menjadi manager investasi atas dana nasabah dan disalurkan ke usaha-usaha yang menguntungkan. Hasil keuntungan usaha yang telah masuk ke BMT kemudian dibagi hasil antara BMT dan nasabah, dengan demikian BMT dan nasabah sama-sama mendapatkan hasil.

Walaupun demikian akad pinjam-meminjam uang masih dimungkinkan tetapi dengan akad qardhul hasan ataupun pinjaman kebajikan, dimana peminjam hanya mengembalikan pokoknya saja, tidak ada kewajiban memberikan kelebihan. Biasanya untuk membantu mereka yang terlilit hutang atau bantuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi lainnya. Untuk operasional kegiatan ini dimasukkan dalam kegiatan baitul maal dimana dana qardhul hasan bisa diambilkan dari dana ZIS.
Demikian sekilas gambaran operasionalisasi baitul maal wat tamwil, dengan misi utama pemberdayaan ekonomi ummat terutama yang unbankable alias tak layak pinjam bank, dengan suatu sinergi yang saling menguntungkan. Menyimpan dana di BMT tidak saja mencari keuntungan tetapi juga membantu pemberdayaan ekonomi ummat.