BMT Karisma Kini Beraset Rp 54,5 M

BMT Karisma Pusat

BMT Karisma Pusat
BMT Karisma Pusat
MAGELANG – Menjelang usia 20 tahun, Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Watamwil- BMT Karisma menempati kantor baru di Jalan Jeruk Timur Sanden, Kramat Selatan, Kota Magelang.

”Gedung pusat BMT Karisma itu akan diresmikan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito pada 21 Februari 2015,” kata Humas BMT Karisma, Mokh Faozan, kemarin.

Peresmian bangunan tiga laintai di atas tanah 600 m2 tersebut sekaligus menandai peluncuran program pemberdayaan bagi kaum duafa secara bergulir berupa usaha tambal ban.

Sebelumnya, lanjut Faozan, BMT Karisma telah melaksanakan banyak program sosial dan pemberdayaan. ”Kami memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu dari SD hingga SLTA sebanyak 25 anak.”

Di samping itu, memiliki mobil ambulans gratis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kurang mampu untuk mengantar ke rumah sakit. Program pemberdayaan lainnya berupa peternakan kambing.

Untuk membantu tukang becak, lembaga keuangan syariah tersebut menyediakan sarapan pagi dan pemberian beras setiap hari Minggu Legi.

”Dengan menempati gedung baru diharapkan terjadi peningkatan performa dan kinerja usaha. Selain itu, perkembangan seluruh komponen keuangan mengalami tren yang terus positif, sehingga pendapatan hasil usaha bisa dicapai semaksimal mungkin,” harapnya.

Diresmikan BJ Habibie

Faozan menjelaskan, BMT Karisma berdiri tahun 1995 dengan modal Rp 1.830.000 di Jalan Singasari, Kota Magelang.

Dengan modal itu mulai membangun kegiatan usaha simpan pinjam. ”Koperasi kami diresmikan bersama 11 koperasi lainnya di Jateng dan DIY oleh BJ Habibie di Yogyakarta,” tuturnya.

Saat berdiri, karyawannya 5 orang. Pada tahun 2014 karyawannya menjadi 75 orang. Asetnya juga terus meningkat.

Tahun 2012 asetnya sebanyak Rp 30,046 miliar, tahun 2013 naik menjadi Rp 42,1 miliar dan tahun 2014 sebesar Rp 54,5 miliar. Anggotanya pada tahun 2012 sebanyak 5.336 orang, sekarang sudah naik menjadi 9.659 orang.

Tantangan yang dihadapi juga tidak ringan. Dari tahun ke tahun persaingan usaha makin ketat.

”Selain persaingan dengan pengelola koperasi yang sama-sama memasarkan produk skala mikro, juga menghadapi persaingan dengan lembaga keuangan modal besar yang menyasar para pengusaha skala mikro.

”Untuk itu kami harus memiliki daya saing yang kuat, sehingga bisa dipercaya anggota. Juga terus dikembangkan standar pelayanan yang baik dan membekas kepada para pengusaha mikro, sehingga mereka menjadi anggota yang super loyal,” ungkapnya. (P60-28) @Sumber Suara Merdeka Kedu