Cerita Perajin Genteng Medono Kebumen Pringsurat

SONY DSC
Bapak Rochmat sedang menata genteng

Pagi itu matahari sudah beranjak menyinari bumi. Sinar hangatnya memastikan semua makhluk dan benda-benda di bumi merasakannya. Udara pagi pedesaan menambah ke alamian pagi yang penuh berkah.

Pagi itu juga, bertempat di sebuah desa di kecamatan Pringsurat. Tepatnya di Dusun Medono Desa Kebumen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Geliat Desa yang menjadi sentra hasil alam dan merupakan bahan baku perumahan yaitu genteng dan batu batu, menggeliat dan menampakkan aktivitasnya.

Tidak sulit untuk sampai ke lokasi yang akan dituju. Rata-rata di setiap rumah yang ditemui ketika sudah memasuki dusun Medono tersebut, adalah para perajin genteng dan batu bata. Genteng dan batu bata yang sudah terkenal, karena ke khas an produk dan kualitasnya.

Berjarak kurang lebih 1 km dari perempatan Pasar Medono, menuju ke arah barat. Maka kami selaku team bmtkarisma.com menjumpai salah seorang perajin hasil genteng di rumah sekaligus tempat produksi gentengnya.

Namanya bapak Rochmat, berusia sekitar 45 tahun. Tangan-tangan perkasanya masih sibuk di atas alat berat/ pressure untuk menghasilkan cetakan-cetakan genteng. Di temani istri dan seorang anaknya, bapak Rochmat sehari-hari menggantungkan kehidupannya kepada hasil produksi genteng yang diwarisinya secara turun temurun dari orang tuanya. Barisan rak-rak yang berguna sebagai pendingin genteng, dan juga tumpukan-tumpukan tanah liat yang siap di olah menjadi genteng, semuanya itu merupakan bahan baku awal yang digunakan untuk menghasilkan genteng bermutu baik.

Produksi genteng Kebumen Pringsurat Temanggung ini sudah merambah jauh ke luar kota. Bahkan distributor tidak tetapnya juga dari daerah penghasil kerajinan sejenis, yaitu dari Kasongan Yogyakarta. Rata-rata per hari bapak Rochmat dibantu istri dan anaknya, mampu menghasilkan produk genteng jadi sekitar 400 – 500 biji per hari, atau kurang lebih 15.000 biji genteng per bulan. Dengan harga rata-rata Rp. 800 – Rp 1.000 maka kurang lebih omzet bapak Rochmat sekeluarga adalah Rp. 15.000.000,- per bulan.

Bisa dibayangkan, dengan perumpamaan Desa Kebumen terdapat  8 dusun yang terdiri dari 8 Rukun Warga (RW) dan 23 Rukun Tetangga (RT) dan terdapat 994 Rumah tangga. Jumlah penduduk 3.700 jiwa terdiri dari 1.870 jiwa Laki-laki dan 1.830 jiwa Perempuan (berdasarkan data statistik kabupaten Temanggung tahun 2012). Maka potensi hasil kerajinan genteng dan batu bata ini sangatlah besar.

Potensi ekonomi yang besar dalam setiap kegiatan yang terjadi di sentra kerajinan genteng Medono Kebumen Pringsurat tersebut, berdampak pula pada pola dan aktivitas sosial masyarakatnya. Sehingga mau tidak mau, potensi yang ada akan menjadi modal dasar bagi sektor mikro yang lain untuk turut bergerak maju dan berkembang.

Bapak Rochmat dan keluarganya adalah salah satu dari sekian banyak pelaku ekonomi riil yang kemajuannya juga ditopang oleh hal-hal lain di sekitarnya. Keberadaan BMT, sebagai lembaga mikro syariah, turut mewarnai dan menopang perilaku ekonomi masyarakat tingkat menengah ke bawah.

Ekspansi BMT Karisma dalam memasuki wilayah Kebumen Medono Pringsurat dan desa-desa sekitarnya pada medio 2011, akhirnya memiliki peran dan pengaruh signifikan untuk turut memajukan perekonomian berbasis massa dan berpotensi mendongkrak ekonomi kreatif di lingkungan mikro. Ekonomi riil bergerak maju, selaras dengan keberadaan masyarakatnya yang sangat bergantung dengan perilakunya sendiri.

Sedang mengecek genteng yang siap dijual

Dengan menawarkan produk simpanan dan pembiayaannya, simpanan dengan pola door to door anggota menjadi mudah untuk menitipkan uang yang dimilikinya, dengan bagi hasil dan hadiah menarik, tentulah masyarakat akan handarbeni, merasa memiliki keberadaan BMT Karisma. Dari sisi pembiayaannya, dengan syarat-syarat yang mudah di penuhi, dan kecepatan pelayanan. Pola Murabahah (skim jual beli barang), menjadi andalan BMT Karisma dalam memasuki wilayah-wilayah mikro seperti ini. Pada akhirnya, orang-orang menjadi tertarik untuk bergabung bersama BMT Karisma.

Dari sisi dakwah, perilaku ekonomi keislaman ini juga menjadi potensi pengenalan ekonomi syariah yang baik kepada masyarakat sekitarnya. Pengembalian jati diri masyarakat, pelan-pelan dan akan terus bergerak ke arah yang di ridhoi oleh Allah swt. amin!

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *