Cerita Perajin Genteng Medono Kebumen Pringsurat

SONY DSC
Bapak Rochmat sedang menata genteng

Pagi itu matahari sudah beranjak menyinari bumi. Sinar hangatnya memastikan semua makhluk dan benda-benda di bumi merasakannya. Udara pagi pedesaan menambah ke alamian pagi yang penuh berkah.

Pagi itu juga, bertempat di sebuah desa di kecamatan Pringsurat. Tepatnya di Dusun Medono Desa Kebumen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Geliat Desa yang menjadi sentra hasil alam dan merupakan bahan baku perumahan yaitu genteng dan batu batu, menggeliat dan menampakkan aktivitasnya.

Tidak sulit untuk sampai ke lokasi yang akan dituju. Rata-rata di setiap rumah yang ditemui ketika sudah memasuki dusun Medono tersebut, adalah para perajin genteng dan batu bata. Genteng dan batu bata yang sudah terkenal, karena ke khas an produk dan kualitasnya.

Berjarak kurang lebih 1 km dari perempatan Pasar Medono, menuju ke arah barat. Maka kami selaku team bmtkarisma.com menjumpai salah seorang perajin hasil genteng di rumah sekaligus tempat produksi gentengnya.

Namanya bapak Rochmat, berusia sekitar 45 tahun. Tangan-tangan perkasanya masih sibuk di atas alat berat/ pressure untuk menghasilkan cetakan-cetakan genteng. Di temani istri dan seorang anaknya, bapak Rochmat sehari-hari menggantungkan kehidupannya kepada hasil produksi genteng yang diwarisinya secara turun temurun dari orang tuanya. Barisan rak-rak yang berguna sebagai pendingin genteng, dan juga tumpukan-tumpukan tanah liat yang siap di olah menjadi genteng, semuanya itu merupakan bahan baku awal yang digunakan untuk menghasilkan genteng bermutu baik.

Produksi genteng Kebumen Pringsurat Temanggung ini sudah merambah jauh ke luar kota. Bahkan distributor tidak tetapnya juga dari daerah penghasil kerajinan sejenis, yaitu dari Kasongan Yogyakarta. Rata-rata per hari bapak Rochmat dibantu istri dan anaknya, mampu menghasilkan produk genteng jadi sekitar 400 – 500 biji per hari, atau kurang lebih 15.000 biji genteng per bulan. Dengan harga rata-rata Rp. 800 – Rp 1.000 maka kurang lebih omzet bapak Rochmat sekeluarga adalah Rp. 15.000.000,- per bulan.

Bisa dibayangkan, dengan perumpamaan Desa Kebumen terdapat  8 dusun yang terdiri dari 8 Rukun Warga (RW) dan 23 Rukun Tetangga (RT) dan terdapat 994 Rumah tangga. Jumlah penduduk 3.700 jiwa terdiri dari 1.870 jiwa Laki-laki dan 1.830 jiwa Perempuan (berdasarkan data statistik kabupaten Temanggung tahun 2012). Maka potensi hasil kerajinan genteng dan batu bata ini sangatlah besar.

Potensi ekonomi yang besar dalam setiap kegiatan yang terjadi di sentra kerajinan genteng Medono Kebumen Pringsurat tersebut, berdampak pula pada pola dan aktivitas sosial masyarakatnya. Sehingga mau tidak mau, potensi yang ada akan menjadi modal dasar bagi sektor mikro yang lain untuk turut bergerak maju dan berkembang.

Bapak Rochmat dan keluarganya adalah salah satu dari sekian banyak pelaku ekonomi riil yang kemajuannya juga ditopang oleh hal-hal lain di sekitarnya. Keberadaan BMT, sebagai lembaga mikro syariah, turut mewarnai dan menopang perilaku ekonomi masyarakat tingkat menengah ke bawah.

Ekspansi BMT Karisma dalam memasuki wilayah Kebumen Medono Pringsurat dan desa-desa sekitarnya pada medio 2011, akhirnya memiliki peran dan pengaruh signifikan untuk turut memajukan perekonomian berbasis massa dan berpotensi mendongkrak ekonomi kreatif di lingkungan mikro. Ekonomi riil bergerak maju, selaras dengan keberadaan masyarakatnya yang sangat bergantung dengan perilakunya sendiri.

Sedang mengecek genteng yang siap dijual

Dengan menawarkan produk simpanan dan pembiayaannya, simpanan dengan pola door to door anggota menjadi mudah untuk menitipkan uang yang dimilikinya, dengan bagi hasil dan hadiah menarik, tentulah masyarakat akan handarbeni, merasa memiliki keberadaan BMT Karisma. Dari sisi pembiayaannya, dengan syarat-syarat yang mudah di penuhi, dan kecepatan pelayanan. Pola Murabahah (skim jual beli barang), menjadi andalan BMT Karisma dalam memasuki wilayah-wilayah mikro seperti ini. Pada akhirnya, orang-orang menjadi tertarik untuk bergabung bersama BMT Karisma.

Dari sisi dakwah, perilaku ekonomi keislaman ini juga menjadi potensi pengenalan ekonomi syariah yang baik kepada masyarakat sekitarnya. Pengembalian jati diri masyarakat, pelan-pelan dan akan terus bergerak ke arah yang di ridhoi oleh Allah swt. amin!

 

Terimakasih Kami Ucapkan Kepada Muzakki

Alhamdulillahiraabbil alaminn..

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ، وَاجْعَلْهُ لَكَ طَهُوْرًا

 AAJARAKA-LLAAHU FIIMA A’THAITA, WA BAARAKA LAKA FIIMAA ABQAITA, WAJ’ALHU LAKA THAHUURAA

 “Mudah-mudahan Allah memberi pahala atas  apa yang engkau berikan, memberikan berakah atas apa yang masih ada di tanganmu dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

 

Daftar Donatur “Seribu Langkah Kebaikan di Bulan Penuh Berkah Bersama Anak Yatim, Dhuafa Dan Tukang Becak”:

Muzakki

Nominal

Bapak Teguh Rismanto – Yogyakarta

500.000

Bapak Rifki – Magelang

5.000.000

Bapak S Al Awan – Magelang

1.000.000

Bapak Joko – Magelang

100.000

Bapak Edy W – Magelang

1.000.000

Bank Syari’ah Mandiri – Magelang

500.000

Bank Ashari Sutrisno – Yogyakarta

300.000

Ibu Acih – Semarang

500.000

Bank Muamalat Indonesia Capem Magelang

1.000.000

Bapak Bambang Edi Susilo – Magelang

1.562.500

Ibu Rudiyan Linawati – Magelang

500.100

Bapak Ari Nur Subagyo – Jakarta

1.000.000

Bapak Aris Rohani – Jepara

100.000

Ibu Nurul – Magelang

625.000

NN – Bandongan Magelang

200.000

Bapak Fajar Hidayat – Magelang

200.000

Bapak Didi Achjari – Yogyakarta

5.000.000

BTN Syariah – Yogyakarta

500.000

dr. Adi/ Dian – Magelang

500.000

Bapak M. Zubaidi – Jedah

1.000.000

Ibu Tririna Kustanti

200.000

Bapak Bambang Widiadana Kurniawan

1.500.000

Bapak Arif Hidayah – Bandung

1.500.000

Ibu Eti Wuryanti

100.000

Bapak Gufron Mahmuda – Semarang

500.000

Bapak Fahmi Amhar – Jakarta

2.500.000

Ibu Kamila – Magelang

300.000

Bapak Nugroho Adibroto- Magelang

500.000

Ibu Nunik – Magelang

500.000

Bapak Murdoko – Yogyakarta

1.500.000

Bapak Agus Sugiono – Muntilan

1.000.000

Bapak Adi Cahyono – Jakarta

1.000.000

Bapak & Ibu Anggota KJKS BMT Karisma Magelang

19.020.000

Baituttamwil

3.210.000

Zakat Baitul Maal

20.278.000

Saldo Tebar 1000 Sembako 2013

74.695.600

Terimakasih kami ucapkan kepada donatur, yang telah membantu sehingga terselenggaranya acara Tebar 1000 Paket Sembako dan Buka Puasa “Seribu Langkah Kebaikan di Bulan Penuh Berkah Bersama Anak Yatim, Dhuafa Dan Tukang Becak” di Skylight Plaza, Jl Tentara Pelajar pada Hari Jum’at 2 Agustus 2013. dapat berjalan dengan lancar.

Jumlah total Shadaqah dari Anggota BMT Karisma dan keluarga besar KARISMA yang terkumpul sebesar Rp. 54.417.600,- . Adapun dana dari ZIS sebesar Rp. 20.278.000,-  jadi total semuanya Rp 74.695.600,-

Ter iring do’a dari mereka semoga kebaikan Bapak dan Ibu Semua di balas oleh Allah swt.

Kebermanfaatan yang kita tanam, semoga menuai pahala yang berlimpah, memacu jalan-jalan rejeki baru, menentramkan hati, dan menambah energi keberlimpahaan untuk kita dan keluarga kita. Amin

Wacana : Sinergi Pemberdayaan ZIS

Tebar Sembako Karisma

Angka kemiskinan semakin hari selalu memunculkan grafik kenaikan. Meskipun kenaikannya tidak signifikan, tetapi gejala tersebut tentunya mengkhawatirkan. Pro kontra untuk menyebut seseorang itu miskin juga tidak selamanya dapat diterima sebagian orang yang lain. Miskin secara harfiahnya pun terkadang bisa saja menjadi problematika yang akan selalu berulang-ulang setiap waktunya. Bahkan terkadang, momen-momen tertentu bisa memunculkan sebutan untuk orang ‘miskin’ baru tersebut.

Pembenaran istilah kemiskinan bukan sesuatu yang pantas dibicarakan. Mengingat jatidiri seorang muslim, selayaknya mengingat perintah Allah swt. Secara simple akan lebih menentramkan. Cukuplah kalau ada orang yang meminta kepada kita dan kita mampu memberinya kepada mereka itu sudah lebih dari cukup, cukup? Yaa cukup, tidak perlu kita mengorek-orek terlalu dalam apa, siapa, dan bagaimana orang itu, miskin beneran atau tidak, biar kuasa Allah swt. Yang mengetahui sesuatu yang tersembunyi di dalam hatinya. Kewajiban kita adalah ber husnudzan, biarkan Hak kita dibantu oleh Allah swt melalui pemenuhan kewajiban kita kepada orang-orang miskin terhadap apa yang menjadi hajat kita.

Dalam kaitannya dengan lembaga amil zakat dan shadaqah yang banyak mengelola dana-dana keberkahan itu. Seringkali Lembaga Amil tersebut berebutan dengan program-program yang ditawarkan pemerintah. Ketika pemerintah memilih program dalam sector kesehatan, Lembaga Amil pun beberapa turut serta menggarap ladang yang sama. Ketika pemerintah memacu perbaikan pendidikan, Lembaga amil pun tidak sungkan dan ikut bergelut didalamnya, contoh tersebut hanya kecil dari beberapa masalah kemisikinan dan solusi yang bisa kita ambil untuk pembelajarannya.

Perlunya niat yang lurus ketika memulainya. Sesuatu yang bisa membedakan antara peran Lembaga Amil zakat dan infaq ketika berada di masyarakat, tentunya akan sangat mem-brandingkan sangkaan yang kuat di masyarakat. Branding dan image lembaga amil zakat tersebut bukanlah tujuan kita, maka perlu kelurusan niat diawalnya, jangan sampai usaha menjadi sia-sia karena niat yang sudah bengkok di awalnya. Niat yang lurus untuk lebih mensejahterakan orang lain dalam hal ini orang miskin, agar bisa terhindar dari kemiskinannya, kemudian mampu menjadi calon-calon pemberi zakat dan infaq selanjutnya.

Porsi seimbang dalam pengelolaan zakat infaq dan shadaqah tersebut merupakan tolok ukur agar kita mampu mengoptimalkan peran serta Lembaga amil zakat di masyarakat. Keseimbangan tersebut mempunyai makna bahwa, tidak selamanya dana-dana zakat, infaq dan shadaqah yang telah diterima oleh lembaga tersebut di pacu untuk program-program yang telah bercokol pula didalamnya program pemerintah, boleh nimbrung, tapi tentunya lembaga amil juga harus cerdas dan kreatif. Bukankah dana zakat yang terkelola itu sangat luas pemanfaatannya?

Melanjutkan keseimbangan itu. Ketika didalam masyarakat, pemerintah sudah mengalokasikan dana nya untuk program-program yang menurut istilah kami ‘konsumtif’, maka,sektor produktif pun selayaknya bisa dijadikan lahan bukan untuk pemeran Lembaga Amil zakat ini? 

Memberikan tawaran sebuah proses keterlanjutan untuk membuat database dhuafa atau orang miskin yang tidak mampu secara total, orang miskin yang tidak mampu tetapi memiliki ketrampilan akan membuka celah-celah kreatifitas dan kecerdasan kita untuk bisa lebih memacu pemanfaatan dana-dana berkah itu. Sebuah solusi yang coba ditawarkan adalah, pemanfaatan dana-dana tersebut untuk membantu membukakan sebuah usaha, modal usaha kepada masyarakat miskin dan memiliki ketrampilan tersebut akan menjadi solusi yang baik pada akhirnya. Ketika orang miskin tersebut mampu mengembalikannya, maka dua manfaat bisa kita peroleh. Dana ZIS berputar dan bisa beralih membantu orang yang lain, dan kedua, kemanfaatan dana tersebut berasa juga untuk orang banyak. Misal gagal, berarti orang tersebut benar-benar orang yang memang tidak mampu alias miskin secara total, Miskis sebenar-benarnya.

Jangan sampai orang miskin bertambah terus setiap waktunya karena selalu terjaga oleh santunan Lazis yang pasti datangnya setiap bulan sepanjang tahun, dan mereka tidak terbangun untuk kemudian berubah posisi menjadi seseorang yang kemudian turut berada di atas, ya benar!, berubah menjadi tangan di atas daripada menjadi tangan yang selalu di bawah, berubah menjadi bagian muzakki dari yang dulunya mustahiq.

Pemaksimalan dana Qard untuk kasus-kasus seperti ini sudah selayaknya dimaksimalkan lembaga amil zakat sebagai intermediasi antara penyumbang dana keberkahan kepada khalayak dhuafa kreatif, sehingga perputaran kemanfaatan dana-dana tersebut bisa di optimalkan. Perlu waktu memang, perlu kesadaran dari semua pihak untuk melaksanakannya dan kita ikhiarkan secara konsisten kemudian berharap akan berhasil.

Memberikan sebuah nilai adalah mutlak adanya. Memberikan kemanfaatan dan harapan perubahan kepada kaum dhuafa juga surplus akan kebaikan dan keberkahan. Rapatkan barisan dan mari bergerak maju.

Tebar 1000 Paket Sembako

TEBAR 1000 PAKET SEMBAKO dan BUKA PUASA
“SERIBU LANGKAH KEBAIKAN DI BULAN PENUH BERKAH
BERSAMA ANAK YATIM, DHUAFA DAN TUKANG BECAK”
Skylight Plaza, Jum’at 2 Agustus 2013

Tak terasa kita kembali berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan ampunan. Rasa syukur tentulah kita selalu panjatkan kehadirat Allah SWT karena kita masih diberi kesempatan menikmatnya.

Seperti Tahun sebelumnya, Ramadhan 1434 H ini BMT KARISMA Magelang kembali mengadakan kegiatan Tebar 1000 paket sembako dan juga buka bersama dengan anak yatim dan masyarakat dhufa (tukang becak). Maksud dari kegiatan ini selain mengisi kegiatan Ramadhan, diharapkan bisa meringankan beban ekonomi warga masyarakat kurang mampu ( dhuafa ) khususnya yang berprofesi sebagai tukang becak, melalui pembagian paket sembako secara gratis yang berisi Beras, Minyak Goreng, Gula dan Mie seharga 50.000 per paketnya dan juga perlengkapan sekolah bagi anak yatim seharga 250.000 per paketnya untuk 23 anak.

Tahun ini pembagian 1000 paket sembako akan dipusatkan di Depan kantor Baitul Maal Karisma ( Halaman Parkir Ruko Skylight Plaza ) dengan mengundang 300 tukang becak dan juga anak yatim pada hari jum’at tanggal 2 Agustus 2013 sekaligus buka bersama. Selain diisi dengan Pengajian kami juga akan menampilkan anak-anak yatim penerima beasiswa dari Baitul Karisma untuk bisa unjuk kebolehan baik seni musik maupun tari yang sarat dengan nuansa islami. Sedangkan 700 Paket sembako sisanya akan kami tasyarufkan kepada yang berhak melalui kunjungan langsung kerumah-rumah warga kurang mampu baik di wilayah kota maupun sekitar kota magelang pada hari sabtu tanggal 3 agustus 2013.

Dana yang telah terhimpun dari Zakat dan Infaq baik dari karyawan maupun anggota untuk kegiatan ini telah tersedia  sebesar Rp. 25.500.000. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan menghabiskan dana Rp. 75.000.000,- . Untuk itu kami mewakili BMT Karisma mengajak para muzaki untuk bisa menyisihkan Zakat dan Infaqnya  guna mendukung kegiatan ini baik melalui program paket sembako RP. 50.000,- per paket  dan takjil buka bersama Rp. 30.000,- per paket,  maupun paket perlengkapan sekolah Rp. 250.000 per paket . Zakat dan Infaq bisa disalurkan dengan datang langsung ke kantor BAITUL MAAL KARISMA di Ruko Skylight Plaza Jl. Tentara Pelajar no. 7 Bayeman Magelang Telp. 0293-362069 atau ditranfer ke Bank Muammalat Indonesia Cabang Magelang No.Rek. 502.000.7919 an Baitul Maal Karisma. Jazzakumullah

Sembako Kami Antar Sendiri…

Sembako Kami Antar Sendiri…
sedekah
Hari itu Kamis pagi 25 Agustus 2011 serombongan pemuda-pemuda BMT Karisma berseragam coklat-coklat menentengi tas kresek berlabel Sembako Ramadhan untuk Dhuafa, berjalan menuju kampung di belakang kantor BMT Karisma, menyerahkan bantuan sembako untuk kaum dhuafa. Total ada sekitar 124 paket sembako yang khusus dibagikan kepada lingkungan sekitar BMT Karisma dengan cara mendatangi langsung dan membagikannya. Ternyata selama ini masih banyak kaum dhuafa di sekitar BMT Karisma yang belum tersentuh ba ntuan sembako ketika Ramadhan tiba. Kebetulan ada seorang karyawan BMT Karisma yang berasal dari kampung Kiringan di belakang kantor BMT Karisma yang mendata dan mensurvey.

Kali ini sembako Ramadhan kami antar sendiri dengan tujuan supaya lebih tepat sasaran yaitu benar-benar tertuju kepada kaum dhuafa, serta mengurangi berkumpulnya massa saat pembagian sembako. Ternyata kebiasaan sholat berjamaah dhuhur di Masjid Kiringan bisa menampung aspirasi warga yang kurang mampu yang memang banyak terdapat di lingkungan sekitar kantor BMT Karisma.

Disamping untuk lingkungan sekitar BMT Karisma, paket sembako Ramadhan juga kami sebar di berbagai daerah di kawasan Magelang, berdasar data dari anggota layanan BMT Karisma dan data dari Karyawan. Kami pilih rekan-rekan anggota yang betul-betul amanah dalam mendata kaum dhuafa yang sudah menjadi mitra sejak awal dulu program Sembako Ramadhan kami jalankan.

Adapun total paket sembako yang kami distribusikan Alhamdulillah bisa melampui target menjadi 750 paket, kami bagikan gratis seharga Rp. 50.000,-/paket. Kalau dulu karena masih kecil anggarannya paket sembako masih kami jual dengan harga murah karena adanya subsidi ZIS, namun sekarang berkat sumbangan dari para Muzaki yang besar sehingga paket tersebut bisa dibagikan tanpa harus membeli.

Kami dari panitia Ramadhan Yayasan Pembina Karisma dan unit-unit usaha mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan donasi dari para Muzaki, semoga Allah mengganti yang lebih banyak. Amien. Laporan terperinci mengenai kegiatan ini InsyaAllah akan kami muat ulang pada news edisi yang mendatang. Jazakumullah. [Dikirim oleh: Nungki ( 2013-07-07)]

Produk & Service

Produk & Service

Bagaimana Konsep Lembaga Keuangan Syariah

Lembaga keuangan mikro syariah yang berbentuk Baitul Maal wat Tamwil merupakan fenomena yang unik sekaligus bersifat lokal Indonesia. Bersifat unik karena merupakan suatu gerakan menggiatkan ekonomi syariah sebagai bagian dari perjuangan ekonomi alternatif, merupakan pilot project sejarah yang alhamdulillah sekarang menjadi fenomena gerakan arus bawah ekonomi mikro syariah di Indonesia. Pada masa Orde Baru belum ada gerakan ekonomi syariah mikro, karena rezim Orba yang menekan simbol-simbol Islam demi kebutuhan integrasi bangsa yang majemuk, sehingga yang dikembangkan adalah koperasi konvensional. Di Akhir rezim Orba ketika terjadi perubahan sosial dengan berkembangnya kelas menengah santri telah mendorong dibukanya konsep ekonomi Islam sebagai alternatif pengelolaan keuangan di bumi Indonesia. Diawali dengan munculnya Bank Muamalat, yang kemudian diikuti dengan berkembangnya training-training pengelolaan ekonomi mikro berbasis syariah yang kemudian terkenal dengan gerakan baitul maal wat tamwil (BMT)
Gerakan ini bersifat lokal karena fenomena yang bernama baitul maal wat tamwil hanya ada di Indonesia. Semangat kebangkitan Islam lah yang mendorong energi untuk memberikan alternatif solusi bagi ekonomi ummat bawah yang dalam realitasnya unbankable alias tidak layak pinjaman bank.

Konsep baitut tamwil secara mudahnya diartikan sebagai rumah tempat mengelola dana masyarakat, dana yang diamanahkan masyarakat kepada baitut tamwil, di investasikan dalam usaha yang menguntungkan dan hasilnya dibagi antara pengelola (baitut tamwil) dengan penyimpan dana (nasabah/anggota). Sedangkan baitul maal merupakan tempat pengelolaan zakat, infaq dan shodaqah yang diambil dari para muzaki untuk kemudian pengelolaannya diserahkan kepada baitul maal.berikut pentasyarufannya. Jadi baitul maal wat tamwil mengemban dua misi yaitu misi usaha yang profitable dengan pengelolaan yang profesional dan amanah serta misi sosial pemberdayaan melalui pengelolaan ZIS.
Yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana lembaga keuangan mikro syariah bisa menghidupi dirinya kalau operasional bisnis ini tidak diperkenankan mengambil bunga bank seperti pada lembaga keuangan konvensional mupun koperasi simpan pinjam konvensional? Prinsip dasar operasional lembaga keuangna mikro syariah adalah : tidak adanya akad pinjam-meminjam uang, karena mengambil kelebihan dari pinjaman yang kita berikan adalah riba dan riba hukumnya haram. Lantas bagaimana bisa mendapatkan keuntungan? Cara yang digunakan adalah menggunakan akad pembelian barang dan akad investasi bagi hasil. Dengan akad pembelian barang, maka kebutuhan nasabah akan barang dibelikan oleh BMT, yang kemudian dinaikkan harganya dan dijual secara kredit kepada nasabah. Jadi BMT mendapatkan keuntungan dari mark up harga barang yang dijual.

Dengan akad investasi maka BMT menjadi manager investasi atas dana nasabah dan disalurkan ke usaha-usaha yang menguntungkan. Hasil keuntungan usaha yang telah masuk ke BMT kemudian dibagi hasil antara BMT dan nasabah, dengan demikian BMT dan nasabah sama-sama mendapatkan hasil.

Walaupun demikian akad pinjam-meminjam uang masih dimungkinkan tetapi dengan akad qardhul hasan ataupun pinjaman kebajikan, dimana peminjam hanya mengembalikan pokoknya saja, tidak ada kewajiban memberikan kelebihan. Biasanya untuk membantu mereka yang terlilit hutang atau bantuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi lainnya. Untuk operasional kegiatan ini dimasukkan dalam kegiatan baitul maal dimana dana qardhul hasan bisa diambilkan dari dana ZIS.
Demikian sekilas gambaran operasionalisasi baitul maal wat tamwil, dengan misi utama pemberdayaan ekonomi ummat terutama yang unbankable alias tak layak pinjam bank, dengan suatu sinergi yang saling menguntungkan. Menyimpan dana di BMT tidak saja mencari keuntungan tetapi juga membantu pemberdayaan ekonomi ummat.